Minggu, 23 November 2025

PARADE DRUMBAND SWARA WIYATA SD NEGERI 6 NGUNUT TAHUN 2025

TULUNGAGUNG, 22 November 2025 — Semangat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulungagung yang ke-820 memuncak dalam gelaran Parade Drumband tingkat SD/MI se-Kabupaten Tulungagung pada hari Sabtu (22/11).



Berdasarkan pengumuman resmi yang dikeluarkan panitia, drumband SDN 6 Ngunut berhasil meraih:

  1. Juara III Kategori Mayoret Brass Terbaik
  2. Juara Harapan I Divisi Brass B


Kepala SDN 6 Ngunut, Ibu MUTINI, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian ini. "Ini adalah hasil dari latihan keras yang disiplin selama berbulan-bulan, bahkan di tengah kesibukan akademik. Para siswa menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk mengharumkan nama sekolah," ujarnya saat ditemui usai pengumuman.



Salah satu sorotan utama penampilan SDN 6 Ngunut adalah aksi gemilang sang Mayoret Brass, Gracia Cinta Natalia siswi kelas 6-A. Dengan ketangkasan yang presisi dan karisma di parade tersebut, ia berhasil memimpin seluruh anggota tim Swara Wiyata dengan irama yang mantap dan energik.



"Juara III Mayoret Brass adalah bukti bahwa tidak hanya kekompakan tim, tetapi juga kepemimpinan individu dalam unit drumben kami diakui secara luas," tambah salah seorang guru di SDN 6 Ngunut.

Keikutsertaan SDN 6 Ngunut dalam Parade Drumben ini menjadi bagian integral dari perayaan HUT Tulungagung ke-820. Melalui musik dan formasi yang indah, para siswa turut serta dalam memeriahkan hari jadi kota mereka, menanamkan rasa cinta tanah air dan daerah sejak usia dini.



Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lain di SDN 6 Ngunut untuk terus berprestasi di bidang non-akademik, sekaligus menunjukkan bahwa sekolah dasar mampu mencetak talenta-talenta muda yang berkualitas dan siap bersaing.

"Semoga tahun depan, kami bisa tampil lebih baik dan membawa pulang piala juara umum," tutup salah satu perwakilan siswa dengan penuh harap.






Penulis: arf_29

  

Jumat, 13 Juni 2025

PELEPASAN SISWA KELAS VI SDN 6 NGUNUT TAHUN PELAJARAN 2024/2025


PELEPASAN SISWA KELAS VI  TAHUN PELAJARAN 2024/2025

--SDN 6 NGUNUT--

Momen kelulusan sekolah dasar adalah tonggak penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Alih-alih menggelar pesta mewah yang seringkali memberatkan, pelepasan siswa SD dengan acara sederhana dapat menjadi pilihan yang lebih bijaksana, namun tetap penuh makna dan tak terlupakan. Kesederhanaan bukan berarti mengurangi kemeriahan, melainkan fokus pada esensi kebersamaan, apresiasi, dan memori indah yang akan terukir di hati para siswa, guru, dan orang tua.

Mengapa Memilih Acara Sederhana?

Ada beberapa alasan kuat mengapa pelepasan siswa SD dengan konsep sederhana layak dipertimbangkan:

  • Fokus pada Esensi: Acara sederhana mengarahkan perhatian pada tujuan utama, yaitu merayakan kelulusan, menghargai jerih payah siswa selama enam tahun, dan mengucapkan terima kasih kepada guru. Ini menjauhkan fokus dari hal-hal materialistis.
  • Mengurangi Beban Biaya: Pesta perpisahan yang mewah seringkali membutuhkan anggaran besar, yang bisa memberatkan orang tua. Acara sederhana tentu jauh lebih hemat, memungkinkan dana dialokasikan untuk hal-hal yang lebih substansial.
  • Melatih Kesederhanaan dan Rasa Syukur: Mengajarkan anak-anak bahwa kebahagiaan tidak selalu harus diukur dengan kemewahan adalah pelajaran berharga. Acara sederhana dapat menumbuhkan rasa syukur atas apa yang telah mereka capai.
  • Suasana Lebih Akrab dan Hangat: Lingkungan yang tidak terlalu formal seringkali menciptakan suasana yang lebih akrab dan hangat. Ini memungkinkan interaksi yang lebih personal antara siswa, guru, dan orang tua.
  • Ramah Lingkungan: Dengan mengurangi penggunaan dekorasi berlebihan dan konsumsi yang tidak perlu, acara sederhana juga dapat lebih ramah lingkungan.

 




SD Negeri 6 Ngunut menyelenggarakan acara pelepasan siswa kelas VI secara sederhana melalui upacara perpisahan di linglkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai instruksi yang mengimbau penyelenggaraan acara pelepasan siswa tanpa kegiatan di luar sekolah.

“Kami mengadakan upacara pelepasan kelas VI berdasarkan instruksi yang sudah disosialisasikan ke seluruh sekolah,” ujar Kepala SDN 6 Ngunut Ibu Mutini, M.Pd. 

Acara tersebut diikuti seluruh siswa kelas VI tanpa ada kegiatan perpisahan di luar lingkungan sekolah dan dilaksanakan dengan sederhana. Dalam kesempatan itu, sekolah membagikan piagam penghargaan kepada siswa berprestasi baik di bidang akademik.

Para siswa juga melakukan tradisi bersalaman dengan para guru sebagai bentuk permohonan maaf sebelum meninggalkan sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kebijakan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana acara pelepasan siswa biasanya diselenggarakan lebih mewah.

SDN 6 Ngunut menyelenggarakan acara pelepasan siswa kelas VI tahun ajaran 2024/2025 pada Kamis, 12 Juni 2025. Bertempat di halaman sekolah, kegiatan berlangsung secara sederhana namun penuh kehangatan dan makna. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI, para guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan orang tua dan komite sekolah.

Acara dimulai dengan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih diiringi dengan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pelepasan atribut  sekolah dasar bagi anak-anak kelas VI. Setelah pelepasan atribut dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan Kepala Sekolah Ibu Mutini, M.Pd. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan rasa bangga kepada para siswa atas capaian mereka selama menempuh pendidikan di sekolah ini.

Sambutan juga datang dari perwakilan orang tua siswa, yang mengucapkan terima kasih atas dedikasi para guru dalam mendampingi anak-anak mereka selama proses belajar.

Salah satu momen paling mengharukan dalam acara ini adalah saat Ibu Friska Irma Sofia S.Pd., MC acara sekaligus juga guru di SDN 6 Ngunut membacakan puisi yang membuat sebagian besar anak-anak meneteskan air mata.

Prosesi pelepasan para siswa kelas VI ini ditutup dengan para siswa secara serentak melemparkan topi sekolah mereka ke udara sebagai simbol perpisahan dan kelulusan dan dilanjutkan pelepasan balon yang ditempel kertas berisi cita-cita mereka. Prosesi tersebut disambut dengan tepuk tangan dan sorakan bahagia dari seluruh hadirin. Sebagai penutup, para siswa melambaikan tangan ke arah para guru dengan penuh haru sebagai ungkapan terima kasih dan perpisahan.

Pelepasan siswa SD dengan acara sederhana membuktikan bahwa kemeriahan tidak selalu datang dari kemewahan, tetapi dari ketulusan, kebersamaan, dan makna yang terkandung di dalamnya. Ini adalah kesempatan untuk merayakan pencapaian anak-anak dengan cara yang otentik, mengajarkan mereka nilai-nilai penting, dan menciptakan kenangan indah yang akan selalu mereka kenang.




Penulis : Arf_29



Kamis, 01 Mei 2025

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2025


PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2025

--SD NEGERI 6 NGUNUT--


Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Setiap tanggal 2 Mei, denyut nadi bangsa Indonesia berdetak lebih kencang. Hari itu bukan sekadar penanda pergantian kalender, melainkan momentum sakral untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Di setiap pelosok negeri, dari Sabang hingga Merauke, semangat untuk memajukan pendidikan berkobar laksana obor yang tak pernah padam. Hardiknas bukan hanya seremonial belaka, melainkan panggilan jiwa untuk merefleksikan, menginspirasi, dan mengakselerasi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei memiliki kaitan erat dengan sosok Ki Hajar Dewantara, yang diakui sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas didasarkan pada hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, yaitu pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

Sejarah Hardiknas bermula setelah Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam memajukan pendidikan di Indonesia, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Penetapan Hardiknas bertujuan untuk:

  • Mengenang dan menghormati jasa Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia.
  • Mengingatkan kembali pentingnya pendidikan bagi peradaban dan daya saing bangsa.
  • Menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme melalui kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi insan pendidikan.
  • Memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan akan penting dan strategisnya pendidikan bagi kemajuan bangsa.
  • Mengingatkan kembali filosofi perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam meletakkan dasar dan arah pendidikan bangsa.

Meskipun diperingati secara nasional dengan berbagai upacara dan kegiatan di berbagai instansi pendidikan, Hari Pendidikan Nasional bukan merupakan hari libur nasional. Hal ini bertujuan agar seluruh insan pendidikan dapat tetap beraktivitas dan memaknai hari tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan berbasis pendidikan.

Semboyan terkenal Ki Hajar Dewantara, "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani" (Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang memberi dorongan), hingga kini terus menjadi inspirasi dan pedoman dalam dunia pendidikan Indonesia. Peringatan Hardiknas setiap tahunnya menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara dan terus berupaya memajukan pendidikan di tanah air.

Semangat Hardiknas berakar kuat pada filosofi luhur Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional. Beliau meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk membebaskan manusia dari belenggu kebodohan dan keterbelakangan. Semboyan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani" bukan sekadar rangkaian kata, melainkan representasi mendalam tentang peran pendidik sebagai teladan, motivator, dan pendorong bagi tumbuh kembang peserta didik. Semangat inilah yang terus relevan dan menjadi landasan bagi setiap upaya memajukan pendidikan di Indonesia.

Di era globalisasi yang penuh tantangan, semangat Hardiknas semakin menemukan urgensinya. Pendidikan bukan lagi sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter, pengembangan keterampilan abad ke-21, dan penyiapan generasi muda yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. Semangat Hardiknas mengajak kita untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi setiap anak Indonesia.

Peringatan Hardiknas adalah saat yang tepat untuk mengapresiasi dedikasi para guru, tenaga kependidikan, dan semua pihak yang tak lelah mencurahkan tenaga dan pikiran demi kemajuan pendidikan. Mereka adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan sabar membimbing dan menginspirasi generasi penerus. Semangat Hardiknas adalah juga semangat untuk terus mendukung mereka, memberikan apresiasi yang layak, dan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif.

Lebih dari itu, semangat Hardiknas adalah panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu memajukan pendidikan. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata. Semangat gotong royong dan kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi berbagai tantangan pendidikan, mulai dari isu pemerataan akses, peningkatan kualitas guru, hingga relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman.

Di tahun 2025 ini, di SD Negeri 6 Ngunut yang kita cintai, semangat Hardiknas terasa begitu membara. Walaupun peringatan Hardiknas tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan Sumatif Akhir Jenjang (SAJ) bagi siswa kelas 6, namun peringatan Hardiknas tetap dilaksanakan dengan mengadakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan yang diselenggarakan ini menjadi bukti nyata akan komitmen kita untuk terus memajukan pendidikan. Namun, semangat ini tidak boleh hanya menjadi euforia sesaat. Semangat Hardiknas harus terus kita internalisasikan dalam setiap tindakan dan kebijakan, menjadi motor penggerak untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang unggul dan berkarakter.

Dengan mengusung tema sentral “Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”, peringatan kali ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenungkan kembali esensi pendidikan dan bergerak bersama demi mewujudkan cita-cita luhur tersebut. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah ajakan konkret untuk melibatkan setiap individu, setiap organisasi, dan setiap lapisan masyarakat dalam upaya memajukan pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh anak negeri.

Makna mendalam dari tema "Partisipasi Semesta" terletak pada kesadaran bahwa tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya diemban oleh pemerintah dan institusi pendidikan semata. Pendidikan adalah urusan kita bersama. Orang tua memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai luhur dan memberikan dukungan moral bagi pendidikan anak-anak mereka. Masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. Dunia usaha dapat berkontribusi melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan penyediaan akses yang lebih luas.

Di SDN 6 Ngunut, semangat "Partisipasi Semesta" tercermin dalam berbagai inisiatif yang telah dan akan terus digalakkan. Kemitraan antara sekolah dengan orang tua semakin dipererat melalui berbagai program komunikasi dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Diharapkan organisasi-organisasi masyarakat turut aktif dalam memberikan dukungan bagi pendidikan anak-anak kurang mampu melalui program beasiswa dan bantuan belajar. Dunia usaha juga bisa menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program magang, pelatihan, dan dukungan terhadap sekolah-sekolah kejuruan.

Sementara itu, frasa "Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua" menegaskan kembali komitmen kita untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari hasil ujian semata, tetapi juga dari kemampuan untuk mengembangkan potensi diri secara holistik, menumbuhkan karakter yang kuat, dan membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Peringatan Hardiknas 2025 di SDN 6 Ngunut menjadi momentum penting untuk merefleksikan sejauh mana kita telah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama dalam mengatasi disparitas kualitas pendidikan antar wilayah, meningkatkan kompetensi guru.

Tema "Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua" adalah panggilan untuk bertindak. Mari bergandengan tangan, merapatkan barisan, dan mengambil peran aktif dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Setiap kontribusi, sekecil apapun, akan memiliki dampak yang besar bagi masa depan generasi penerus bangsa. Semangat Hardiknas 2025 harus menjadi energi kolektif untuk mewujudkan impian kita bersama: "pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh anak Indonesia".

Mari jadikan setiap hari sebagai hari pendidikan. Mari terus menyemai harapan melalui pendidikan yang berkualitas, dan bersama-sama menuai kemajuan bagi bangsa Indonesia. Kobarkan terus semangat Hari Pendidikan Nasional dalam setiap langkah kita, demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

 

Penulis: arf_29