Jumat, 23 Juni 2023

PETIK KARYA SD NEGERI 6 NGUNUT

 


 


Beberapa dekade terakhir, tenaga pendidik dan praktisi pendidikan di seluruh dunia mulai menyadari bahwa mempelajari berbagai hal di luar kelas dapat membantu peserta didik berkembang dengan lebih baik. Mempelajari hal-hak kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan kepekaan dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya. Gagasan tentang pentingnya mempelajari hal-hal di luar kelas tersebut pernah disampaikan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, bahwa

“...perlulah anak-anak (Taman Siswa) kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki pengetahuan saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat mengalaminya sendiri, dan kemudian tidak hidup terpisah dengan rakyatnya.” – Ki Hadjar Dewantara

Pernyataan Ki Hadjar Dewantara tersebut terdengar sangat hangat dan mulia bagi pendidikan bangsa ini. Namun, dalam praktiknya hal tersebut belum dilakukan secara optimal dalam sistem pendidikan saat ini.  Oleh sebab itu, untuk mewujudkan cita-cita pendidikan bangsa tersebut, hadirlah Kurikulum Merdeka beserta inovasi-inovasi yang menyertainya dalam bentuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Projek tersebut merupakan salah satu sarana untuk mencapai berbagai target dalam Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktiknya, projek tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk ‘mengalami pengetahuan’ sebagai sebuah proses penguatan karakter sekaligus sebagai bentuk belajar secara nyata dari lingkungan sosialnya. 

 


Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu pembahasan dalam Kurikulum Merdeka. Tujuan dari P5 dalam Kurikulum Merdeka menjadikan peserta didik sebagai penerus bangsa yang unggul dan produktif serta dapat turut berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkesinambungan. Visi Pendidikan Indonesia adalah mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila, dengan mewujudkan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperiaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) memberikan ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila. Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.



SD Negeri 6 Ngunut pada kegiatan P5 yang pertama ini mengambil tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”, dengan materi “Cerdik Kurangi Sampah Plastik”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Kamis 22 Juni 2023 bertempat di halaman SD Negeri 6 Ngunut.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.00 acara pembukaan Petik Karya P5 dengan dihadiri oleh Koordinator UPASP Kecamatan Ngunut beserta jajarannya, Ketua Komite Sekolah beserta pengurus, Kepolisian, Kepala Sekolah, Bapak Ibu Guru SD Negeri 6 Ngunut dan tamu undangan. Untuk selanjutnya stand dibuka untuk seluruh undangan, siswa dan masyarakat umum yang diawali dengan gunting pita dan pelepasan balon.




Ditemui usai pembukaan, Ketua Pelaksana Petik Karya SDN 6 Ngunut Ibu Friska Irma Sofia, S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh paguyuban tiap-tiap kelas yang telah memberikan dukungan secara penuh, sehingga acara Petik Karya ini bisa berjalan dengan baik dan semoga lancar sampai akhir. Tanpa dukungan dari semua pihak acara ini tidak mungkin bisa terlaksana.

Pada kesempatan ini untuk memberikan apresiasi kepada siswa diberikanlah penghargaan kepada stand dengan beberapa kategori dalam kegiatan petik karya P5 tersebut. Kegiatan ini meriah dan diikuti secara antusias oleh warga sekolah dengan diramaikan penampilan berupa berbagai macam hiburan untuk mengiringi kegiatan pameran.

Dengan kegiatan P5 ini akan mengoptimalkan kemampuan siswa, menguatkan pencapaian profil Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka. P5 diharapkan mampu memulihkan pendidikan nasional yang sempat terkendala akibat pandemi COVID-19. Dengan P5 ini diharapkan dapat mencetak lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.






Penulis : arf_29


Sabtu, 29 April 2023

Logo Hari Pendidikan Nasional 2023, Tema Hardiknas, dan Sejarah

Hardiknas 2023 

Logo Hari Pendidikan Nasional 2023, Tema Hardiknas, dan Sejarah




Logo Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 dapat digunakan untuk memperingati Hardiknas tahun ini yang peringatannya jatuh pada hari Selasa, tanggal 2 Mei. Sejarah penetapan hari peringatan ini didasarkan tepat dengan kelahiran Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional. Hari Pendidikan Nasional tahun ini akan jatuh pada Selasa, 2 Mei 2023.

Sehubungan dengan itu, Kemendikbudristek melalui laman resminya mengeluarkan “Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023” bernomor 12811/MPK.A/TU.02.03/2023. Di dalam pedoman tersebut, dilampirkan sejumlah ketentuan umum hingga aturan waktu pelaksanaan upacara Hardiknas 2023. Selain itu, ada juga lampiran mengenai logo dan tema peringatan. Lantas, bagaimana logo Hari Pendidikan Nasional 2023, tema, serta seperti apa sejarahnya?

Logo Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2023 Berdasarkan pedoman yang dikeluarkan Kemendikbudristek, logo Hari Pendidikan Nasional 2023 dapat diunduh melalui laman resmi kementerian tersebut. Adapun logo peringatan tahun ini memiliki kesamaan dengan logo-logo di tahun sebelumnya. Perbedaannya hanya terdapat di penulisan tahun. Elemennya mencakup keceriaan, bintang, dan pena. Masing-masing di antaranya mengandung filosofi tersendiri. Misalnya bintang berupa semangat, keceriaan melambangkan antusiasme, serta pena sebagai simbol pendidikan.


Tema Hari Pendidikan Nasional 2023 Bulan peringatan Hardiknas 2023 ditetapkan sebagai bulan Merdeka Belajar, demikian berdasar Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023. Sehubungan dengan itu, tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”. 

Dengan menggunakan tema tersebut, dapat dilihat visi bahwa terdapat keinginan untuk menciptakan pergerakan. Dari langkah ini, semarak tentang Merdeka Belajar yang menjadi program pendidikan dapat tercapai. Sejarah Hari Pendidikan Nasional Berkaitan dengan sejarah Hari Pendidikan Nasional, nama salah satu tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional tidak dapat dipisahkan. Orang-orang kerap menyebut tokoh ini sebagai Ki Hadjar Dewantara. Masa Sekolah Dasar beliau dimulai di ELS atau Sekolah Dasar Belanda. Kemudian, melanjutkan kembali pendidikannya di STOVIA. Pria ini pun pada akhirnya berkembang menjadi aktivis pergerakan nasional Indonesia. Bukan hanya itu, ia juga berperan sebagai jurnalis di beberapa surat kabar. Pada 1908 silam, ia bergabung dengan Boedi Oetomo. Lalu, keluar dan mendirikan organisasi baru bernama Indische Partij (IP). 

Tulisan-tulisannya semasa hidup kebanyakan menyampaikan kritik terkait dunia pendidikan di Indonesia. Hal itu berhubungan dengan pendidikan tak merata yang hanya dapat diperoleh para orang kaya dan keturunan-keturunan Belanda. Bukan hanya itu, Ki Hadjar Dewantara juga menjadi pendiri Taman Siswa di Yogyakarta. 

Istilah terkenalnya yang digunakan dalam dunia pendidikan adalah “Ing ngarso sung Tulodo, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani”. Pasca kemerdekaan, pria ini ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia. Masa hidupnya berakhir pada 28 April 1959. Sementara itu, tanggal kelahirannya digunakan sebagai acuan penetapan Hari Pendidikan Nasional. Lantaran hal ini, Indonesia memperingati Hardiknas setiap 2 Mei.

Penulis: arf_29


Senin, 20 Februari 2023

UPACARA BENDERA HARI SENIN

 


UPACARA BENDERA HARI SENIN 
SDN 6 NGUNUT 
BERSAMA ANGGOTA TNI AD



Anggota Koramil 0807/05 Ngunut, Serda Ahmad Saiful melaksanakan upacara bendera hari senin sekaligus bertindak sebagai pembina upacara di SDN 6 Ngunut Kecamatan Ngunut Senin (20/02/2023).

Ada dua hal yang disampaikan oleh Serda Ahmad Saiful selaku Inspektur Upacara. Pertama, melalui Upacara Bendera hari Senin mengajak seluruh peserta upacara untuk meningkatkan rasa nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, dapat menjadi pribadi yang disiplin agar cita-cita yang diinginkan tercapai.”Ucapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Komandan Koramil 0807/05 Ngunut  mengatakan bahwa melalui Peltu Kuwadiono, Upacara Bendera hari Senin, diharapkan akan membangun karakter pada diri para pelajar yang berada di Wilayah Kerja Koramil 0807/05 Ngunut.



“Sudah menjadi tugas kita sebagai insan Teritorial yang memiliki daerah binaan, harus mampu memberikan contoh dan teladan positif bagi masyarakat. Hal ini merupakan salah satu program Pimpinan atas agar kehadirannya dapat membawa perubahan nyata diwilayah tugasnya,” ujarnya.


Ditemui usai Upacara Bendera, Kepala Sekolah SDN 6 Ngunut Ibu Mutini, S.Pd, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel TNI dalam hal ini Koramil 0807/05 Ngunut yang telah menyelenggarakan Upacara Bendera hari Senin di sekolahnya.  “Mudahan-mudahan dengan dilaksanakannya upacara pada hari ini akan meningkatkan jiwa nasionalisme para siswa,” harapnya.

“Dengan adanya Bapak-bapak TNI mampu membuat murid-murid sangat berantusias dan semangat dalam belajar dan berangkat sekolah tepat waktu,”. Pungkasnya.

Untuk di ketahui dalam giat upacara tersebut terdiri dari 2 anggota koramil 0807/05 Ngunut, yakni : Peltu Kuwadiono, Serda Ahmad Saiful. Kepala sekolah SDN 6 Ngunut Ibu Mutini, S.Pd, M.Pd. dan 17 Dewan guru, dan siswa – siswi SDN 6 Ngunut berjumlah 291 Murid, dengan tertib dan hikmat.

Penulis : arf_29



Jumat, 25 November 2022

Logo Hari Guru Nasional 2022 Kemdikbud

 

Logo Hari Guru Nasional 2022 Kemdikbud 

Logo HGN ke-77 yang dibuat oleh Kemdikbud Ristek yaitu mengangkat tema “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar”.

Logo Hari Guru Nasional versi Kemdikbud Ristek adalah berbentuk hati yang di dalamnya terlihat siluet guru dan siswa. Di sampingnya terdapat tulisan ‘Hari Guru Nasional 2022’ dengan warna biru.

Makna dari tema dan logo tersebut adalah semangat membara para pelajar di tengah situasi pandemi Covid-19.

Jika diperhatikan dengan seksama terdapat siluet gambar sedang mengenakan masker. Sementaranya logo gambar hati memberikan makna sinergitas antara guru, orangtua dan murid dalam semangat belajar. Logo hati tersebut menggambarkan semangat dan cinta kasih sayang guru secara utuh dalam dunia pendidikan.

PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2022 DI SD NEGERI 6 NGUNUT - TULUNGAGUNG

 


PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2022
DI SD NEGERI 6 NGUNUT - TULUNGAGUNG



Perlu untuk diketahui, Hari Guru Nasional ditetapkan Presiden Soeharto pada 25 November 1994 melalui sebuah Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Peringatan tersebut sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas prestasi dan kinerja yang selama ini telah dihasilkan oleh tenaga kependidikan dan guru

Diharapkan dengan adanya apresiasi yang diberikan pemerintah, tenaga kependidikan dan guru lebih termotivasi serta meningkatkan mutu pendidikan nasional dengan kinerja yang lebih profesional.

Sejarah Hari Guru Nasional

Melansir dari laman resmi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), organisasi guru di Indonesia sudah ada sejak tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Semangat perjuangan dan kebangsaan pun sudah ada di kalangan guru-guru bangsa Indonesia kala itu.

Organisasi PGHB terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah dan pemilik sekolah. Dengan semangat perjuangan, mereka bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Di samping bertugas mengajar di sekolah, PGHB pun terus memperjuangkan nasib para anggotanya. Adanya perbedaan status sosial, pangkat, dan latar belakang antara guru pribumi dan guru Belanda menjadi satu tantangan utama.

Sejalan dengan kondisi itu, disamping PGHB berkembang pula organisasi lain yang bercorak keagamaan, kebangsaan dan sebagainya seperti Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB).

Semangat perjuangan dan kesadaran akan kesetaraan mendorong para guru pribumi terus memperjuangkan persamaan hak dengan pihak Belanda.

Dengan perjuangan tersebut, beberapa guru akhirnya berhasil mengisi jabatan penting. Kepala HIS (Hollandsch-Inlandsche School) yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan guru Indonesia.

Selain memperjuangkan perubahan nasib dan kesetaraan, semangat juang para guru juga berkobar untuk tujuan yang lebih besar. Yakni cita-cita dalam mencapai kemerdekaan.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pihak Belanda.

Karena kata "Indonesia" yang mencerminkan semangat kebangsaan tidak disukai oleh Belanda. Sebaliknya, kata "Indonesia" itu sangat didambakan oleh guru dan rakyat pribumi.

Pada zaman pendudukan Jepang, semua organisasi dilarang, sekolah-sekolah pun ditutup. Persatuan Guru Indonesia (PGI) tak lagi bisa beraktivitas. Namun semangat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjadi dasar bagi PGI untuk menggelar Kongres Guru Indonesia. Kongres itu diadakan di Surakarta pada tanggal 24-25 November 1945.

Para peserta Kongres Guru Indonesia ini adalah para guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru, dan pegawai pendidikan RI yang baru dibentuk. Mereka semua bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasil dari kongres ini menyepakati untuk menghapus semua perbedaan status, tamatan, lingkungan, politik, agama dan suku di kalangan para guru. Selain itu yang lebih penting adalah pada tanggal 25 November 1945 tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pun didirikan.

Sejak kongres itu pula, semua guru Indonesia yang sebelumnya terpecah belah dalam berbagai organisasi menyatakan diri bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Semangat perjuangan selalu utuh dalam tubuh PGRI sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, organisasi ketenagakerjaan yang bersifat unitaristik dan independen.

Sejak saat itulah, sebagai penghormatan kepada para guru di Indonesia, pemerintah menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Penetapan ini disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 dan diperingati setiap tahun.















Penulis: arf_29




Selasa, 17 Oktober 2017

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK) SD NEGERI 6 NGUNUT TULUNGAGUNG TAHUN 2017

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK)
SD NEGERI 6 NGUNUT TULUNGAGUNG
TAHUN 2017

A.      Latar Belakang
Generasi muda, khususnya para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insan bagi pembangunan nasional. Untuk itu perlu ditingkatkan upaya pembinaan dan pengembangan generasi muda secara terus menerus dalam kerangka pendidikan nasional. Pengembangan wadah pembinaan generasi muda perlu ditingkatkan secara terarah dan teratur melalui kebijaksanaan nasional secara menyeluruh dan terpadu.
Berpijak pada hal tersebut, pembinaan dan pembentukan watak generasi muda perlu dilaksanakan secara terpadu khususnya pada SD Negeri 6 Ngunut Tulungagung. Hal ini dimaksudkan agar siswa SD Negeri 6 Ngunut Tulungagung  mempunyai bekal yang cukup untuk memikul beban sebagai pioner dan tauladan bagi anggota siswa yang lain. Di samping itu, para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup untuk pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kesiswaan di sekolah, yang di antaranya adalah tanggung jawab moral.
Untuk mencapai tujuan yang dimaksud, maka perlu diadakan suatu kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembentukan watak bagi siswa. Pendidikan dan pelatihan yang dimaksud adalah Latihan Dasar Kepimpinan Siswa SD Negeri 6 Ngunut Tulungagung tahun 2017. LDK ini merupakan salah satu sarana pembinaan, pendidikan dan pembentukan watak bagi siswa SD Negeri 6 Ngunut Tulungagung.
                 

B.       Nama dan Bentuk
1.    Nama Kegiatan      :   LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK) SISWA SD NEGERI 6  NGUNUT TULUNGAGUNG TAHUN 2017
2.    Bentuk Kegiatan    :    Pendidikan dan Pelatihan



C.      Dasar Kegiatan
1.    Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
2.    Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3.    Program Kerja Sekolah yang tahun pelajaran 2017/2018.
4.    Hasil keputusan rapat dewan guru tanggal 2 Oktober 2017.


D.      Tujuan Kegiatan
Tujuan yang akan dicapai dengan adanya kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini adalah:
1.    Meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan siswa SD Negeri 6 Ngunut;
2. Meningkatkan rasa kemandirian saat menghadapi dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kegiatan siswa SD Negeri 6 Ngunut;
3. Memberikan bekal pengetahuan kepemimpinan bagi siswa dalam menjalankan tugas sebagai pioner dan tauladan bagi siswa yang lain;
4.  Memupuk rasa memiliki (andarbeni) siswa  terhadap almamaternya yaitu SD Negeri 6 Ngunut
5.  Sebagai kegiatan kreatif dan rekreatif bagi siswa SD Negeri 6 Ngunut;
6.  Sebagai kegiatan untuk pembentukan watak siswa SD Negeri 6 Ngunut yang tanggap, tangguh dan trengginas.

E.       Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi siswa SD Negeri 6 Ngunut pada :
Hari                   : Rabu s.d Kamis
Tanggal             : 11 s.d 12 Oktober 2017
Tempat              : PSB SDN 6 Ngunut
F.       Panitia Kegiatan
Panitia kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) siswa SD Negeri 6 Ngunut dibentuk melalui rapat dewan guru tanggal 5 Oktober 2017.

G.      Materi Kegiatan
Materi yang akan diberikan pada kegiatan Latihan Dasar Kepimpinan (LDK) siswa SD Negeri 6 Ngunut meliputi :
1.      Pembekalan mental keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT
2.      Bela Negara /Cinta tanah air
3.      Dampak Penyalahgunaan Narkoba
4.      Kepemimpinan
5.      Manajemen Organisasi
6.      Dinamika Kelompok
H.      Nara Sumber
1.      Kepala UPT Dispendikpora Kecamatan Ngunut
2.      DANRAMIL Ngunut
3.      Kapolsek Ngunut
4.      Kepala SDN 6 Ngunut
5.      Pengawas SD UPT Dispendikpora Kecamatan Ngunut




PePenulis : arf_29